Jumat, 19 Desember 2008

INTERNET BUKAN ETERNIT PENDIDIKAN

Kekayaan akan informasi .......

yang sekarang tersedia di Internet telah lebih mencapai harapan dan bahkan imajinasi dari para penemu system yang pertama. Internet awalnya diciptakan untuk kebutuhan system pertahanan militer supaya dapat didesentralisasikan sehingga dapat mengurangi resiko kerusakkan total, mungkin saja hal inibisa terjadi apabila sistem sentral komputer utama dimusnahkan. Internet juga dapat didesentralisasikan dan diberdayakan. Dengan menggunakan internet kita dapat mengakses sumber-sumber informasi tanpa batas dan sedang berkembang secara cepat sekali. Kita dapat berkomunikasi secara masing-masing atau secara massa yang dapat dilakukan dimana saja diseluruh dunia hanya dalam waktu beberapa detik saja. Kita dapat menyebarkan (publish) informasi yang bisa di akses dari mana saja di seluruh dunia dalam waktu singkat sekali. Kita dapat berkomunikasi secara langsung (real time) melalui telepon dan unit video processing. Kita bisa melakukan "chat" melalui jaringan gratis "chat" yang sangat luas yaitu mIRC.
Bagi para guru internet menawarkan beberapa kesempatan untuk diraih:
Pengembangan Profesional
(a) Meningkatkan pengetahuan(b) Berbagi sumber diantara rekan sejawat/ sedepartemen(c) Bekerjasama dengan guru-guru dari luar negeri(d) Kesempatan untuk menerbitkan /mengumumkan secra langsung(e) Mengatur komunikasi secara teratur(f) Berpatisipasi dalam forum dengan rekan sejawat baik local maupun internasional.
Sumber bahan mengajar
(a) Mengakses rencana belajar mengajar & metodologi baru(b) Bahan baku & bahan jadi cocok untuk segala bidang pelajaran(c) Mengumumkan dan berbagi sumber.
Sangat tingginya popularitas / sangat tingginya minat untuk meningkatkan siswa lebih terfokus belajar.
Untuk siswa Internet menawarkan kesempatan untuk;
Belajar sendiri secara cepat (a) Meningkatkan pengetahuan(b) Belajar berinteraktif(c) Mengembangkan kemampuan di bidang penelitian
Memperkaya diri (a) Meningkatkan komunikasi dengan siswa lain(b) Meningkatkan kepekaan akan permasalahan yang ada diseluruh duniaWalaupun Internet berpotensi untuk menyampaikan keuntungan-keuntungan tersebut bagi para guru maupun para siswa, pemakaian Internet di kelas hendaknya harus disusun sedemikian rupa dengan belajar mendefisinasikan secara obyektif. Kegiatan siswa juga harus dimonitor dengan baik.
Read More..

Kamis, 25 September 2008

MOTIFASI BELAJAR

Tak ada yang bisa memahami sepenuhnya, mengapa ada siswa yang menjadi............


pintar atau memiliki hasrat untuk melakukan sesuatu dengan sebaik mungkin, sementara yang lain tidak. Banyak orang tua merasa yakin bahwa anak mereka memang pintar ketika menempati rengking pertama di kelasnya, sehingga tidak percaya saat mereka gagal.
Kemampuan intelektual yang bersifat umum (intelegensi) dan khusus (bakat) merupakan kunci utama guna mencapai prestasi, namun keduanya tidak akan berarti manakala siswa tidak memiliki motifasi. Kemampuan intelektual yang tinggi tidak akan berharga, bila siswa tidak mempunyai keinginan untuk memanfaatkan keunggulan tersebut. Apalagi jika siswa tidak memiliki kemampuan lebih, maka tanpa motivasi sulit untuk mendapatkan prestasi.
Motifasi adalah salah satu faktor yang menentukan tercapainya tujuan pendidikan. Juga merupakan kunci utama dalam proses pembelajaran. Motifasi membuat seseorang siswa mau menikmati dan menghargai segala aktifitas yang terkait dengan kegiatan belajar.Rendahnya motifasi dan aktifitas siswa berkorelasi dengan kurangnya guru menerapkan model pembelajaran yang fariatif dan menarik, disamping ketersediaan sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran.
Read More..

Selasa, 23 September 2008

VISI-KU

Membangun Siswa yang cerdas, terampil dan berbudaya berlandaskan Imtaq


Indikator Visi......

1. Unggul dalam pengembangan kurikulum
2. Unggul dalam proses pembelajaran
3. Unggul dalam standart penilaian
4. Unggul dalam kelulusan
5. Unggul dalam SDM Pendidikan
6. Unggul dalam sarana prasarana pendidikan
7. Unggul dalam kelembagaan dan memejemen sekolah
8. Unggul dalam prestasi akademik dan non akademik
9. Unggul dalam pertumbuhan karakter budaya bangsa yang berlandaskan IMTAQ

MISI
1. Melaksanakan Pengembangan KTSP
2. Melaksanakan Pengembangan inovasi pembelajaran
3. Melaksanakan pengembangan penilaian
4. Meningkatkan rata-rata nilai UNAS
5. Melaksanakan Pengembangan SDM Pendidikan
6. Mengadakan sarana dan prasarana pendidikan
7. Melaksanakan pengembangan menejemen sekolah yang efektif dan partisipatif
8. Melaksanakan penembagana kegiatan ekstrakurikuler akademik dan non akademik
9. Melaksanakan pengembangan kegiatan bidabg Agama

TUJUAN SMP NEGERI 1 JAMBON
1. Sekolah memilik kurikulum satuan pendidikan yang meliputi : silabus, model/sistem
Penilaian dan RPP.
2. Sekolah memiliki/mencapai standart proses pembelajaran, yang meliputi penerapan strategi/
metode pembelajaran CTL, pendekatan belajar tuntas, pendekatan pembelajaran individual.
3. Sekolah memiliki standart penilaian pendidikan
4. Sekolah memiliki /mencapai standart pencapaian ketuntasan kompetensi kelulusan
5. Sekolah memiliki/mencapai stadart pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional
6. Sekolah memiliki/mencapai standart sarana dan pra sarana/fasilitas sekolah, yang meliputi :
semua sarana dan prasarana, fasilitas, peralatan dan perawatan yang memenuhi SPM
7. Sekolah memiliki/menerapkan menejement yang efektif dan partisiptif
8. Sekolah mencapai stadart pencapaian prestasi akademik dan non akademik
9. Sekolah memiliki karakter budaya bangsa yang kuat, agenda kegiatan bidang keagamaan,
terciptanya pergaulan yang dilandasi tata krama dan terciptanya lingkungan sekolah yang
sehat berdasarkan IMTAQ

PROGRAM STRATEGIS
1. Pengembangan silabus,RPP dan sistem penilaian pendidikan
2. Pengembangan proses pembelajaran
3. Pengembangan stadart penilaian pendidikan
4. Pengembangan pencapaian stadart kelulusan maksimal
5. Pengembangan dan peningkatan SDM pendidikan yang profesional
6. Pengembangan sarana dan prasarana serta media pendidikan
7. Pengembangan menejemen sekolah yang efiktif dan partisipatif
8. Pengembangan kegiatan lomba-lomba akademik dan non akademik
9. Pengembangan kegiatan keagamaan.

STRATEGI PELAKSANAAN/PENCAPAIAN
1. Melaksanakan kunjungan kerja, workshop, seminar, MGMP kabupaten untuk menghasilkan
KTSP.
2. Melengkapi buku-buku referensi pembelajaran dan lembar kerja siswa (LKS)
3. Melaksanakan evaluasi diri/penilaian pendidikan, menentukan SKM (stadart ketuntasan
minimal) melaksanakan program remidiel
4. Melaksanakan strategi pembelajaran, kerja sama , dengan MGMP, Perguruan tinggi, nara
sumber/pakar pendidikan, pengawas pendidikan dan tambahan pendidikan
5. Mengikut sertakan dalam panataran-penataran dan pelatihan-pelatihan (misal PTBK),
mempersyaratkan kulifikasi guru minimal S1 dan menugaskan guru dalam mengajar sesuai
bidangnya
6. Menjalin kerja sama dengan pihak lain dan mengoptimalkan SDM sekolah untuk
berpartisipasi dan berkolaboratif dalam rangka mem,enuhi stadart sarana-dan prasarana
serta media pembelajaran sekolah
7. Menjalin kerja sama yang sinergis dengan stake hoder, menerapkan transparansi
menegement dan akuntanbilitas public atas input dan out put pendidikan.
8. Melaksanakan pembinaan dan pelatihan secara kontinue dan bertahap, melaksanakan uji
coba atau uji tanding, mengikut sertakan dalam lomba atau kejuaraan, melaksanakan evaluasi
program pembinaan dan pelatian.
9. Melaksanakan kegiatan baca tulis alQur’an, memperingati hari-hari besar keagamaan,
pelatihan pidato keagamaan, pembiasaaan tata krama di sekolah dan menciptakan lingkungan
sekolah yang sehat.

HASIL YANG DIHARAPKAN
1. Tersedianya KSP (Kurikulum satuan pendidikan) yaitu silabus, RPP dan sistem penilaian
pembelajaran
2. Terlaksananya program pembelajaran aktif, kreatif, menyenangkan dan terpenuhinya buku-
buku serta LKS semua mata pelajaran
3. Terpenuhinya stadart penilaian pendidikan
4. Tercapainya kelulusan sesuai SNP
5. Terpenuhinya standart pendiik dan kependidikan yang profesional sesuai SNP
6. Terpenuhinya sarana dan prasarana serta media pendidikan sesuai SNP
7. Terpenuhinya pengelolaan pendidikan sesuai SNP
8. Menjadi juara lomba tingkat kabupaten dan propinsi
9. Terlaksananya kegiatan –kegiatan keagamaan, pembiasaan tata krama pergaulan dan
penciptaan lingkungan sekolah yang sehat.
Read More..